missing more

Aku masih terjaga ketika jam sudah menunjukkan pukul dua puluh tiga lewat empat puluh menit. Udara malam sudah terlalu dingin terasa, bahkan jaket tebal yang aku kenakan pun tak cukup melindungi dari ganasnya dingin di musim penghujan ini. Orang-orang rumah telah terlelap sejak pukul sepuluh malam tadi, apa yang kulakukan malam-malam begini? Dengan mata yang tak bisa tidur dan dengan pikiran-pikiran yang entah. Insomnia adalah penyakit kebiasaanku yang tak bisa hilang sejak masih di bangku kuliah. Dengan tugas-tugas yang biasanya numpuk dan harus selesai secepatnya, aku terkadang menghabiskan separuh malam bahkan hingga pagi akan menjelang untuk menyelesaikan semua tugas-tugas itu. Hal inilah yang membuat jadwal tidurku tak menentu, meski aku tahu itu buruk bagi kesehatan. Tapi itulah kebiasaan yang sudah bertahun-tahun tak bisa aku singkirkan. Seperti halnya malam ini, ketika semua orang sudah terlelap dibuai mimpi, sedang aku masih terjaga. Banyak hal yang kupikirkan, tentang masa depan, tentang apa, siapa, bagaimana, dan semua tentang-tentang. Padahal ini tak seharunya menyita waktu tidurku, malam ini aku merasakan diserang rasa rindu yang tak bisa aku tahan-tahan lagi. Aku rebahkan diri pun serasa gelisah, ketika masalah-masalahku muncul satu persatu bagai lembaran demi lembaran yang ingin dijamah aku tak sanggup hadapi itu sendiri. Aku merindukan sosok ibu, aku sangat rindu sama ibu, tak ada hal yang paling aku rindukan selain ibu. Ibu, ibu dan ibu lagi!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: