Bila ‘Aku tidak lagi Kuat’

 

Menikmati makan mlam keluarga, saat itu ada kk, etta, sepupu dan seorang lagi yang baru menjadi anggota keluarga di rumah. Tiba2 saja semua perhatian tersedot padanya, dan aku menjadi tersisih. karena dia sakit mungkin iya, dan yah tidak bisa menyalahkan siapa2 karena memang akulah yang membawa dia pertama kali masuk dalam keluargaku. eh ngelantur lagi!

oke kita lanjut, saat menikmati makan malam itu aku sangat semangat dan menikmati makanannya tapi tiba2 saja kk menyela dan sudah dari tadi mukanya masam karena aku menambahkan lauk lagi di piring. ternyata dia tidak suka aku terus mengambil lauk itu, sampai suatu ketika ia mengatakan sesuatu yang tidak bisa diterima oleh perasaanku yang mudah saja terluka. akhirnya kutinggalkan sepiring nasi yang belum sperduanya aku makan. Dan entah kenapa aku tiba2 saja teringat dengan ibu. ibu yang kurang lebih sudah setahun ini meninggalkan aku. meninggal di saat aku masih butuh perhatian dan nasihat darinya. perlahan kuusap air mata dengan punggung tanganku, menyeka air mata yang lalu mengalir begitu saja tanpa bisa aku bendung dan semua pecah dalam gelak tangis.

Aku ingat semua tentang ibu, tentang apa yang selalu aku inginkan akan dipenuhi ibu. ibu yang selalu menjaga kata2nya yang lemah lembut. tidak seperti kk2q yang selalu saja mengumbar kata2 kasar…dan bahkan menyakitkn. Aku sangat sadar, aku begitu lemah tanpa ibu. aku kangen ibu, aku rindu ibu, selalu dan selamanya…

Hampir seperdua malam aku habiskan dengan menangis, sebab dengan begitu aku bisa merasa lebih baik. aku membayangkan disaat2 seperti ini ibu bisa datang dan membelaiku dengan penuh rasa sayang. seperti yang sering ia lakukan dahulu. ibu, kenapa sangat sulit hidup kujalani tanpamu…

Aku ingin segera berlari sampai aku tiba di pusara ibu, tempat peristirahatan terakhir ibu. tempat dimana ibu menghabiskan dingin malam dan panasnya siang. Ah, ibu kenapa aku selalu tak bisa jadi dewasa… aku sangat membutuhkan ibu.

Aku rapuh bu, aku tidak setegar senyum dan tawaku di depan orang. aku tak sekuat yang mereka lihat…

ibu, aku rindu…

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: