Archive for the Uncategorized Category

Bila ‘Aku tidak lagi Kuat’

Posted in Uncategorized with tags on Maret 17, 2011 by Jingga Lestari Story

 

Menikmati makan mlam keluarga, saat itu ada kk, etta, sepupu dan seorang lagi yang baru menjadi anggota keluarga di rumah. Tiba2 saja semua perhatian tersedot padanya, dan aku menjadi tersisih. karena dia sakit mungkin iya, dan yah tidak bisa menyalahkan siapa2 karena memang akulah yang membawa dia pertama kali masuk dalam keluargaku. eh ngelantur lagi!

oke kita lanjut, saat menikmati makan malam itu aku sangat semangat dan menikmati makanannya tapi tiba2 saja kk menyela dan sudah dari tadi mukanya masam karena aku menambahkan lauk lagi di piring. ternyata dia tidak suka aku terus mengambil lauk itu, sampai suatu ketika ia mengatakan sesuatu yang tidak bisa diterima oleh perasaanku yang mudah saja terluka. akhirnya kutinggalkan sepiring nasi yang belum sperduanya aku makan. Dan entah kenapa aku tiba2 saja teringat dengan ibu. ibu yang kurang lebih sudah setahun ini meninggalkan aku. meninggal di saat aku masih butuh perhatian dan nasihat darinya. perlahan kuusap air mata dengan punggung tanganku, menyeka air mata yang lalu mengalir begitu saja tanpa bisa aku bendung dan semua pecah dalam gelak tangis.

Aku ingat semua tentang ibu, tentang apa yang selalu aku inginkan akan dipenuhi ibu. ibu yang selalu menjaga kata2nya yang lemah lembut. tidak seperti kk2q yang selalu saja mengumbar kata2 kasar…dan bahkan menyakitkn. Aku sangat sadar, aku begitu lemah tanpa ibu. aku kangen ibu, aku rindu ibu, selalu dan selamanya…

Hampir seperdua malam aku habiskan dengan menangis, sebab dengan begitu aku bisa merasa lebih baik. aku membayangkan disaat2 seperti ini ibu bisa datang dan membelaiku dengan penuh rasa sayang. seperti yang sering ia lakukan dahulu. ibu, kenapa sangat sulit hidup kujalani tanpamu…

Aku ingin segera berlari sampai aku tiba di pusara ibu, tempat peristirahatan terakhir ibu. tempat dimana ibu menghabiskan dingin malam dan panasnya siang. Ah, ibu kenapa aku selalu tak bisa jadi dewasa… aku sangat membutuhkan ibu.

Aku rapuh bu, aku tidak setegar senyum dan tawaku di depan orang. aku tak sekuat yang mereka lihat…

ibu, aku rindu…

 

Posted in Uncategorized with tags on Februari 27, 2011 by Jingga Lestari Story

Surat-Suratku yang Tak Pernah Sampai Padamu

Surat Pertama

Untuk Kekasihku

Tanggal 4 April 2006, tanggal bahagia buat kita. Pada tanggal, bulan dan tahun itu, kau pertama kali mengungkapkan perasaanmu padaku. Aku masih ingat, bagaimana kamu mengungkapkannya padaku. Waktu itu, aku sedang ada kuliah di gedung B. kamu dengan setia menungguku di depan kelas, sembari senyummu tak pernah lepas mengawasiku.
kau tahu, saat itu mungkin akulah yang paling bahagia. kekasihku, sebagaimana siang dan sore beranjak dan berganti malam. selalu dan selalu aku rindu padamu. rasanya aku sedikitpun tak ingin jauh darimu, selamanya denganmu adalah yang aku mau.
kekasihku, aku menyayangimu sejak pertama kukenali kau lewat matamu. tatapanmu jujur, penuh kelembutan dan aku tenang di dalamnya dan jika berada dekat denganmu. aku bahagia kamu ada saat ini…
terlalu bahagia…!

missing more

Posted in Uncategorized with tags on Februari 27, 2011 by Jingga Lestari Story

Aku masih terjaga ketika jam sudah menunjukkan pukul dua puluh tiga lewat empat puluh menit. Udara malam sudah terlalu dingin terasa, bahkan jaket tebal yang aku kenakan pun tak cukup melindungi dari ganasnya dingin di musim penghujan ini. Orang-orang rumah telah terlelap sejak pukul sepuluh malam tadi, apa yang kulakukan malam-malam begini? Dengan mata yang tak bisa tidur dan dengan pikiran-pikiran yang entah. Insomnia adalah penyakit kebiasaanku yang tak bisa hilang sejak masih di bangku kuliah. Dengan tugas-tugas yang biasanya numpuk dan harus selesai secepatnya, aku terkadang menghabiskan separuh malam bahkan hingga pagi akan menjelang untuk menyelesaikan semua tugas-tugas itu. Hal inilah yang membuat jadwal tidurku tak menentu, meski aku tahu itu buruk bagi kesehatan. Tapi itulah kebiasaan yang sudah bertahun-tahun tak bisa aku singkirkan. Seperti halnya malam ini, ketika semua orang sudah terlelap dibuai mimpi, sedang aku masih terjaga. Banyak hal yang kupikirkan, tentang masa depan, tentang apa, siapa, bagaimana, dan semua tentang-tentang. Padahal ini tak seharunya menyita waktu tidurku, malam ini aku merasakan diserang rasa rindu yang tak bisa aku tahan-tahan lagi. Aku rebahkan diri pun serasa gelisah, ketika masalah-masalahku muncul satu persatu bagai lembaran demi lembaran yang ingin dijamah aku tak sanggup hadapi itu sendiri. Aku merindukan sosok ibu, aku sangat rindu sama ibu, tak ada hal yang paling aku rindukan selain ibu. Ibu, ibu dan ibu lagi!

Jadoels story

Posted in Uncategorized with tags on Februari 13, 2011 by Jingga Lestari Story

Jadoels story

Sebenarnya aku gak tahu mau nulis apa malam ini, namun seluruh ingatanku seperti berputar kembali ke belakang. Ke arah masa lalu yang dulu pernah hadir sebagai warna dalam hidupku. Terutama masa kecil yang gak pernah bisa aku lupain menurutku. Aku gak tahu semua ingatanku malam ini selalu kembali ke masa lalu. Oke, mungkin aku akan bercerita tentang masa – masa remaja aku saja. Masa kecilku biar selalu bersemi.

Masa SMA sebenarnya gak terlalu berkesan, semuanya aku hanya habiskan dengan belajar dan tetap jadi siswa yang baik dan berprestasi. Aku belum mengenal yang namanya pacaran. Seperti halnya dengan teman – teman ku yang lain, yang katanya masa SMA itu adalah masa – masa yang paling asyik buat pacaran. Tapi bagi aku tidak. Janji adalah janji. Aku sendiri udah janji sama diri aku sendiri gak akan pacaran sampai tamat SMA nanti. Belum lagi janji sama orang tua dan kakak untuk tidak mengenal dunia itu dulu. Yah, lagi pula waktu SMA dulu gak ada teman cowok yang pantes buat dikecengin. Alias teman – teman cowok aku tuh berpenampilan standar semua. Masih culun juga she…(untuk teman2 cowokQ: Maaph plenn bercanda kok.hehehe…tapi emang benar kan?).

Masa SMA benar – benar aku nikmatin hanya untuk belajar, bersahabat, dan narik perhatian guru aja biar dapat nilai bagus. Hehehe…tapi terkadang bosen juga jadi anak baik terus di skul. Pernah suatu kali aku ikut – ikutan ama teman – teman untuk ngebolos. Asli seru abiss…aku masih ingat waktu bolos pas pelajaran terakhir aku ma teman2 melewati pagar kawat yang memang udah jadi jalan keluar bagi siswa – siswa untuk bolos. Wkwkwkw…karena itu adalah pengalaman pertama bolos, asli deg degan banget. Soalnya takut ketahuan, tapi pas ngeliat teman di sebelah aku yang cuma nyengir – nyengir kuda alias santai Pe We ambil posisi kabur, aku jadi bisa ikutan berasa nyantai juga.

Aku pikir peristiwa bolos itu bakal ketahuan, ternyata enggak. Seru abis plend…tapi minggu berikutnya pagar kawat yang ada lubangnya itu ditutup sampe rapat dan benar – benar gak ngasih jalan buat bolos lagi dari pelajaran. Buzzzz…mampus !!!

Yah karena itu juga aku gak pernah ikut bolos lagi, kembali ke dunia aku yang sebelumnya menjadi anak manis, pinter, juga cerewet. (Belum ada undang – undang narziz kan?). suatu kali aku di tantang lagi ama teman untuk ngelanggar peraturan upacara yakni gak bawa topi. Dasi? Pake dong. Sebenarnya sih gak sengaja ngelanggar coz kebenaran aku emang gak bawa topi. Hihihi…

Tahu ritual yang bisa bikin aku betah berdiri lama – lama dengarin pidato? Yah inilah dia…upacara tiap hari senen. Betis tuh pada mengkilap semua lantaran kena sinar matahari yang gila banget gak tanggung – tanggung sinarnya. Pas istirahat upacara untuk dengerin pidato, eh ada razia di belakang sama pak “….” Anggap aja namanya pak “K”. Dengan santainya aku ngelipat tangan ke belakang, tanpa ngerasa bersalah bahwa hari ini aku melanggar peraturan upacara. Pura – pura aja perhatiin apa kata pak kepala sekolah di pidatonya. Tiba – tiba aja, tangan aku di tarik ke belakang…sssetttt…..gila tangannya kekar banget, coz cengkramannya keras bo. Tanpa menoleh sedikit pun aku turutin ke belakang, aku pikir teman aku nih yang narik coz biasanya dia gitu kalo lagi istirahat. Lari ke belakang untuk bisa duduk jongkok biar gak kelihatan sama guru BP.

Mala petaka pun tiba, pas sampe di belakang baru sadar deh aku kalo ternyata yang nyeret aku itu adalah guru BP. Jadi lah aku berada di antara barisan siap jemur habis upacara. Hehehe….guru BP nanya topi kemana? Aku bilang aja ketinggalan di rumah. Nyantai buuu…padahal dalam hati keder juga kalo harus jadi jemuran entar. Eh ternyata benar, aku jadi jemuran bersama dengan puluhan siswa lainnya yang juga melanggar. Waww…pada bandel semua sih. Hihihi… lumayanlah di jemur selama lima belas menit. Itu berkat hasil kerja pak “Karim”, sungguh luar biasa…terimakasih pak udah ngajarin kedisiplinan. Hehehhe…

Di SMA aku punya teman yang asyik banget, satu orang temanku itu kita udah berteman sejak kelas satu SD. Lumayan lama bo…sama – sama sekolah di sekolah yang sama dan kelas yang sama dan meja yang sama tempat duduk yang berdekatan. Asli tetangga akrab. Dia teman aku main juga waktu kecil, main karet ama petak umpet bersama saudara kembarnya. Eh lupa namanya “Anthie” tapi lebih sering aku panggil Baretho”. (Aneh ya? Itu karena dia suka banget sama pe sepak bola yang ada namanya Baretho gitu, ahh aku juga gak inget siapa). Terus ada temanku juga yang cukup akrab lah sebenarnya sih akrab semua satu sama lain. Oke the aku sebutin aja satu persatu, ada Naniek, si Kutil Tinie yang cantik abis, trus Srikandi kita di kelas, jago banget matematika, trus ada Q-Q, Imha, Mia, Asma dan ada for everything special best frend AniEQ yang berat badannya gak pernah turun tapi selalu naek. Hehehe…

Mereka semua adalah teman – teman yang seru abis, sebenarnya masih banyak sih tapi itu aja deh entar malah gak kehitung sendiri.

Nah, temanku yang satu ini adalah teman yang paling akrab sama aku. Ya dia itu si “Buntel” alias “Ondenk”. Kenapa Buntel? Cos badannya mirip buntelan sih, hikss…cowly plend gak maksud tapi emang sengaja. Hehehe- Gak nyindir lho… tapi asli dia ini sohib yang baik banget, waktu SMA dia paling sering beliin aku coklat. (wuuu…mau enaknya aja yah :D).

TENGGELAM DI PUSARAN RINDU

Posted in Uncategorized on Februari 13, 2011 by Jingga Lestari Story

TENGGELAM DI PUSARAN RINDU
~R~

Pada separuh malam kukalungkan rindu
Bulan setengah, asyik bertengger di dahan langit
Cahya bintang remang, enggan kompromi dengan gelap
Gerimis mengendap di ranting-ranting cuaca
Irama rindu kian menyesak kalbu.

Kepada seseorang yang pernah kupanggil dengan sebutan: sayang!
Aku masih di sini, mendulang keeping-keping sejarah
Yang pernah kita gali dan nikmati bersama
: Aku sangat merindukanmu, bilakah aku boleh jujur
Semakin kuredam, semakin ku tenggelam
Di pusaran yang bernama ‘Rindu’.

http://www.stafaband.info/embed-40445.html

Kesaksian Airmata

Posted in Uncategorized on Februari 8, 2011 by Jingga Lestari Story

Jika bukan pada Tuhan, aku mungkin tak jatuh cinta lagi
Jika bukan pada Ibu, aku mungkin tak bisa mencinta lagi
Jika bukan pada puisi, aku mungkin tak punya cinta lagi.

Aku berharap gerimis atau hujan
Namun yang datang hanyalah keganjilan sunyi
walau aku tak begitu paham soal cinta,
tapi aku paham betul akan rindu
seperti aku paham dengan sepi
selalu membasuh dosa dosa manusia

Jika bukan pada dunia,
aku mungkin tak kenal pahit manisnya jatuh di kubangan hidup
yang memberikan kesaksian airmata

lupa cara melupakanmu

Posted in Uncategorized with tags , on Februari 3, 2011 by Jingga Lestari Story

angin malam berhembus pelan, menggelitik hatiku yang sedang kalut.
memaksa hadirku hanyut dalam gelisah, lalu membiarkan diriku
mengambang dalam kepekatan rindu.
malam rebah di batas cakrawala,sementara aku masih saja mencumbui siluetmu.
sebab aku lupa cara melupanmu…

%d blogger menyukai ini: