Arsip untuk Oretan jingga

Oret-oretan Masa Lalu

Posted in Oret2an Jingga with tags , on Maret 21, 2011 by Jingga Lestari Story

Dulu ada seseorang yang pernah singgah di persinggahan hatiku, seseorang yang mampu mengembalikan segala kerinduan. Walaupun kebersamaan dengannya hanya 4 bulan, tapi terlalu berkesan bagiku.

Mulanya kita berkenalan di halaman depan kampus, dia memperkenalkan namanya demikian juga aku. Namanya sebut saja “R”, tahu kesan pertama yang paling membuatku terkesan? Senyumnya.

Akhirnya perkenalan berlanjut hingga 3 bulan lamanya sampai akhirnya ia menyatakan perasaannya padaku. Jujur itu pengalaman kedua aku pacaran. Pacar kedua namun cinta pertama. Cinta Pertama? Yap, dia yang pertama kali mengajarkanku tentang kelembutan cinta, ketulusan dan penghargaan terhadap cinta. Senyumnya yang pertama kali meperkenalkan padaku tentang sosok lembut dan penyayang dalam dirinya.

Dia sangat baik padaku, jadi setelah putus tak ada alasan bagiku untuk membencinya. Karena aku yang salah, karena membuatnya salah paham dan membiarkn ia tetap dalam kesalahpahamannya itu. Berulang kali aku coba menjelaskan, namun mungkin sudah tertutup hatinya untukku. Meskipun setelah putus kurasakan banyak kepedihan dari apa yang diperlihatkannya di hadapanku, namun aku tetap tak membencinya. sebab aku ingat semua kebaikan yang pernah ia beri untukku.

Setelah 2 tahun baru aku bisa menyembuhkan luka itu dan menerima yang lain dlam hatiku. meski luka itu belum sepenuhnya sembuh, aku selalu berusaha agar mampu mencintai dan menyayangi sama seperti aku menyayangi dia. Tapi tetap saja semua yang datang padaku, berlalu begitu saja dengan cepat, secepat ketika ia datang padaku. hingga akhirnya kuputuskan untuk sendiri hingga kini…:(

Sekarang sudah 4 tahun berlalu, dia masih saja mencuri ingatanku untuk memikirkan dan merindukannya. Kenapa justru dari kebersamaan yang singkat bisa kutemui keabadian rasa? Justtru karena cerita yang singkat itu hingga yang mampu kukenang hanyalah kenangan indah saat bersamanya dan mengabaikan segala rasa benci. lalu semua menguap dan jadi janin Rindu dalam dadaku…

“Semakin ku membuangmu dari pikiranku, semakin kau bertambah saja di pikiranku. Hingga aku tak mampu lagi memikirkan yang lain, meski aku hanya menggenggam kenangan. Seperti selalu kunamai dirimu sebagai “R I N D U”

Semoga di lain kesempatan kita bisa berjumpa lagi… ๐Ÿ™‚

Kekasihku!

Iklan
%d blogger menyukai ini: