Arsip untuk Review

Review Kumcer “Amplop Merah Muda Untuk Pak Pos”

Posted in Review buku with tags , on Maret 20, 2011 by Jingga Lestari Story

 

Membaca Amplop Merah Muda untuk Pak Pos, seperti membaca kehidupan. Kehidupan yang indah dan penuh cinta. Dari Keenam cerita pendek yang tertuang di dalamnya, kesemuanya memiliki kekuatan. Kekuatan yang aku yakin semua orang pasti memilikinya, kekuatan yang setiap orang tak ingin ditinggalkan olehnya. Kekuatan yang senantiasa memberi warna paling indah dari seluruh warna di dunia. Dialah kekuatan cinta. Kekuatan cinta yang akan selalu happy ending, sebab kekuatan cinta adalah sesuatu yang memudahkan bagi setiap orang untuk melewati hal apapun dan sesulit apapun itu. Karena cinta tidak hanya sekedar rasa tapi juga terdapat kekuatan yang mampu mengalahkan apapun melebihi segala kekuatan di dunia.

Membaca cerpen pertama ‘Amplop Merah Muda Untuk Pak Pos’, emosi seperti diaduk-aduk (hehhe lebay yak? :D) tapi memang begitulah adanya. Sebab di sini siapa pun yang membaca pasti akan terbawa perasaan dan rasa emosi yang membuncah terhadap tokoh yang diceritakan dalam cerpen tersebut yaitu Barata. Barata yang oleh Lisbeth selalu dikirimi surat, Lisbeth yang terlalu menyayangi dan mencintai Barata sampai ia harus merasa bersalah atas apa yang sudah terjadi pada diri Barata dan keluarganya.

Surat-surat yang dikirimkan Lisbeth sangat menyentuh hati siapa pun yang membaca, penuh dengan ketulusan dan kesetiaan atas nama cinta. Memiliki kekuatan cinta yang teramat dalam terhadap kekasihnya, sampai-sampai aku sendiri yang membaca hingga akhir cerita ini harus menitikkan airmata saking harunya dan sedihnya. Aku tak sadar bahwa aku telah membiarkan bulir-bulir airmataku jatuh satu-satu yang kemudian aku sembunyikan tangisku dai tatapan orang-orang di toko buku gramedia. (Yah, aku belum membeli bukunya ketika itu :D) lalu buru-buru aku menyempurnakan wajahku, kuusap airmata yang masih menggantung dan kuatur dudukku kembali kemudian lanjut membaca.

Tokoh aku dalam cerita ini pun sangat menarik, aku suka dengan perannya sebagai pak pos yang jujur dan mau membantu. Aku suka bagian ketika dia mulai marah-marah sendiri karena Barata, orang yang dikirimi surat oleh Lisbeth ternyata tidak pernah membalas surat-suratnya. Sampai suatu ketika ia nekat masuk ke dalam rumah tua miliki keuarga Barata hanya untuk mencari informasi yang kiranya bisa ia sampaikan pada Lisbeth. Aku salut, cerita yang keren dan lebih salut lagi pada orang yang udah buat cerita ini. Two Thumbs it…:)

Oyah, sebenarnya aku ingin tampilkan potongan surat Lisbeth di sini, tapi aku pikir biar kalian baca sendiri deh…heehe (Selamat berpenasaran yak :D)

Cerita selanjutnya adalah “Hujan dan Bulan”. Dalam cerita ini, disajikan begitu banyak kejutan. Tentang Tokoh utama Indra dan Chandra yang secara alami terikat satu sama lain. Tentang mereka yang memang tidak ditakdirkan untuk hidup bersama tetapi justru merasa saling memiliki satu sama lain. Chandra yang dulunya hanya dikenal Indra sebagai bayi mungil yang kelahirannya merupakan kematian ibunya pula. Indra yang selalu menemaninya hingga tumbuh menjadi gadis remaja, Indra juga yang mengajarinya tentang kejujuran dan kepercayaan. Indra juga yang membuat rasa percaya dirinya tumbuh lagi. Indra yang diam-diam justru menyimpan perasaan pada Chandra, perasaan berbeda yang bukan sebagai kakak dan adik, juga bukan sebagai sahabat, melainkan sebagai seorang pria normal yang menyukai dan menyayangi orang yang dikasihihnya.

Kejutan yang paling membuat aku terkejut adalah ketika Chandra meminta Indra untuk menanam benih janin dalam rahimnya. Tentu saja Indra kaget dan tidak habis pikir dengan apa yang disampaikan oleh Chandra padanya. Hingga ia meminta alasan yang paling masuk akal kenapa sampai ia harus melakukan itu, terlebih lagi karena Indra telah memiliki istri.

Berikut adalah kalimat yang diucapkan Chandra sesaat sebelum akhirnya mereka memesan sebuah kamar untuk mewujudkan keinginan Chandra untuk memiliki seorang anak dari Indra.

//

“Karena Kak Indra adalah orang yang paling aku percaya di dunia ini, jug orang yang paling tulus yang pernah kukenal. Aku ingin jika punya anak dia akan seperti Kak Indra.”

Ah, alangkah sederhananya cinta…

Bagian yang paling sering membuat aku tertawa dan senyum senyum sendiri saat membaca buku cerpen ini adalah bagian Gea dan Bob dengan ‘Bolehkah Aku tidur di Ranjangmu?’ Tadinya aku pikir ini pertanyaan menjebak, tapi pertanyaan ini malah justru membuat aku makin penasaran dan tergelitik untuk segera membaca ceritanya. ehehehe

Gea dan Bob yang sejak kecil sudah bersahabat kemudian waktu terus dan terus berjalan hingga mereka masih bersahabat hingga dewasa. Sampai suatu ketika karena mereka akhirnya sudah tidak tahan berjauhan terus, Bob pun memutuskan untuk meminta Gea menjadi istrinya. Sedangkan Gea sendiri tidak menolak atas pinangan Bob, orang yang memang tidak akan pernah bisa tergantikan di hatinya.

Pasangan keluarga ini terbilang sangat unik dan lucu banget, ada banyak kejahilan, kekonyolan yang justru malah membuat cerita ini sangat hidup. Terutama pada pada bagian dimana ketika mereka saling merusak fasilitas kamar apartemen masing-masing hanya karena ingin tidur bersama. padahal harusnya mereka suda tidak canggung-canggung lagi karena sudah menjadi pasangan suami istri. Dan tentunya mau ngapain juga yah suka-suka dong yak. hehe ๐Ÿ˜€

Tapi keluarga ini berbeda dengan keluarga lainnya, mereka sibuk sendiri dengan dunia masing-masing yaitu saling merusak fasilitas kamar masing-masing. sampai suatu ketika mereka kehabisan akal karena justru AC di kamar mereka malah rusak beneran dan harus segera diperbaiki. Itu artinya tidak ada alasan bagi mereka untuk berpura-pura lagi bahwa mereka sesungguhnya saling membutuhkan dan mereka ingin berbagi kehangatan dengan tidur bersama dalam satu ranjang.

hehehe lucu banget, apa lagi pada saat mereka justru malah tidak bisa tidur, mereka merindukan kehangatan tubuh satu sama lain. Yang akhirnya membuat mereka berbicara jujur tentang kekonyolan yang mereka buat sendiri. Hingga menyatukan mereka kembali sebagai sepasang suami istri yang sempurna. Pillow talk, yah memang sangat penting untuk lebih mmbuat hubungan semakin intim dan lebih dalam mengenal pasangan masing-masing. nice story… ๐Ÿ™‚

Next, the story of “MATI”.

Pada bagian ini mengajarkan aku banyak hal tentang hidup dan mati. bahwa Mati atau meninggal itu bukanlah suatu kesusahan yang membuat kita harus bersedih lama-lama. Tapi sebaliknya kita harus kuat dan kuat lagi agar mampu bertahan dan mandiri. Ah, aku malah teringat dengan mendiang ibu yang meninggal kria-kira 1 setengah tahun yang lalu.

Yah, benar, kematian bukanlah suatu kesusahan…

berikut adalah petikan kalimat yang diucapkan oleh seorang anak kecil dalam cerita MATI ini:

“”mati itu enak, kalau nggak enak kenapa nggak ada orang mati yg kembali lagi?”.

Cerita berikutnya adalah “ISTRIKU”. Khusus cerita yang ini aku mau kasih 4 jempol deh. hehehe ๐Ÿ™‚ Bahkan aku ikhlas ngasih empat jempol juga dari kelima kakakku. ixixixi *lebay yak ๐Ÿ˜€

Cerita dalam cerpen ISTRIKU sangat menarik, imajinatif dan sangat mengalir apa adanya. Seperti halnya cinta yang mengalir diantara dua tokoh utama dalam cerita ini. Mandy dan seorang yang hilang ingatan, dimana dulunya dipanggil Boscat dan terkenal sebagai pembunuh bayaran kelas kakap. Meskipun ceritanya imajinatif, tapi tidak terkesan dibuat-buat . Seperti halnya Mandy yang membuat keputusan sangat penting dalam hidupnya yaitu ketika ia harus mengaku bahwa orang yang kini ditangani dokter yang tak lain adalah Boscat itu suaminya. Ia nekat melakukan itu, karena jika tidak maka nyawa Boscat mungkin tida akan selamat.

Dengan perhatian, pengabdian, serta keuletan dan rasa kasih sayang yang dicurahkan Mandy, membuat seorangย  pembunuh bayaran luluh dan malah ingin tetap menjadi suami bagi Mandy. Kisah yang sangat romantis menurutku, cinta yang muncul ketika dalam ketidak tahuan. Dan benar bahwa bukan manusia yang memilih cinta tapi cintalah yang memilih manusia.

Cerpen terakhir adalah ‘Cintaku pada Januari’. Cerita yang panjang kupikir jika hanya untuk seukuran cerpen. heeeeh? Iyyah. aku malah mikirnya kenpa gak sekalian dibuat novel aja yah?hehee

Kali ini lagi-lagi bercerita tentang cinta yang unik, cinta yang tulus dan tidak mengenal rintangan asal kita berusaha untuk mewujudkannya. Di sini ada banyak cinta yang dibahas, cinta yang diam, cinta yang egois, cinta yang butuh, segala cinta ada di sini. Kedua tokoh utama dalam cerita ini yakni Januari dan Nino, adalah sebuah cinta antara musikus terkenal dengan fansnya yang selalu kagum terhadap Januari. Yang pada akhirnya membawa mereka pada suatu takdir, yaitu takdir cinta. mereka sempat terpisah selama 10 tahun. Meskipun begitu, dalam keadaan jauh dan tanpa komunikasi, keduanya malah merasa sangat dekat satu sama lain. “Jauh di mata dekat di hati”. hehe

Aku salut dengan perjuangan noni untuk menemukan Januari, sebagaimana aku salut pada Januari dengan caranya yang berbeda dalam hal mencintai. Menghargai perjuangannya saat ingin sembuh dari penyakit kanker stadium akhir yang di deritanya. Terharu dengan pernikahan mereka yang dilaksanakan dalam kamar pasien milik Januari, juga sangat bangga dengan keinginan Januari untuk melafaskan kalimat Ijab Kabul dengan satu nafas yang kemudian berhasil dilakukannya. Aku kagum dengan keseluruhan cerita pada cerpen ini sebagaimana aku ikut bahagia dengan kelahiran buah hati mereka yang pertama. Tentang keindahan lagu-lagu milik Januari untuk Istri dan anaknya.

Tentang Juno yang diaku oleh Nino sebagai sepupu laki-lakinya, pada akhirnya juga mendapatkan kebahagiaannya dengan menikahi teman Nino.ย  Tentang Orang tua Nino yang tidak keberatan atas pernikahannya meski ia telah hamil lebih dulu. Dan bagian lucu pada cerita ini adalah, Januari baru tahu kalau ternyata Juno itu bukanlah saudara sepupu Noni, melainkan om dari Noni. hiihihi…kasian Januari. Ceritanya komplit dibagian penutup ini…:D

Mantap deh untuk keseluruhan cerita dari buku ini, Ceritanya semuanya inspiratif dan mengajarkan tentang banyak cinta, apa itu cinta, bagaimana cinta, dan seperi apa kita harus memperlakukan cinta.

Kesimpulannya bahwa, cinta itu sederhana, tidak rumit kecuali kita sendiri yang membuatnya rumit. Cinta itu segala rasa yang terkandung di dalamnya, muai dari manis, pahitt, sedih, susah, senang, bahagia, dan semuanya. cinta itu tidak akan kemana-mana. Dia akan tetap berada di sana, dan akan menghampiri kita disaat ia berkehendak. Karena bukan kita yang memilih cinta, tapi kita lah yang dipilih olehnya. So, manjakan, sayangi, perlakukan dengan sebaik-baiknya, cintai jika memang pantas dicintai dan cintai orang yang benar-benar membuatmu merasa bahwa dia tidak bisa hidup tanpamu, begitu pun sebalikanya.

Intinya hargai cinta dengan setulus-tulusnya… (akh, aku sudah terlalu banyak bicara cinta…:D)

 

Jadi teman-teman, milikilah buku “Amplop Merah Muda untuk Pak Pos” segera. Gak rugi kok kalian beli buku ini…xixixixi (Promonya kurang gress yak??)

 

 

Salam, Jingga Lestari

(Pertama kalinya nulis review sebuah buku, mudah2an gak jelek2 amat..:O :D)

 

%d blogger menyukai ini: